Kontribusi Komponen Fiskal terhadap Pendapatan Asli Daerah
Studi Kasus Pemerintah Kota Bandar Lampung Tahun 2022-2024
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjeb.v5i1.728Keywords:
dana alokasi umum, kemandirian fiskal, pajak daerah, pendapatan asli daerah, retribusi daerahAbstract
Local Own-Source Revenue (PAD) is an important indicator in assessing the fiscal independence of a region in financing development. This study aims to analyze the influence of local taxes, local levies, and the general allocation fund on the Local Own-Source Revenue of Bandar Lampung City during the 2022–2024 period. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained through documentation and literature review. The results show that partially, local taxes and local levies have a significant effect on Local Own-Source Revenue, while the general allocation fund does not have a significant effect. However, simultaneously, local taxes, local levies, and the general allocation fund have a significant influence on the Local Own-Source Revenue of Bandar Lampung City. These findings indicate that optimizing local taxes and local levies is a key factor in increasing PAD, while the contribution of the general allocation fund to PAD remains relatively limited. This study contributes to enriching the literature on the determinants of local own-source revenue and provides a reference for local governments in formulating policies to increase PAD.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator penting dalam menilai kemandirian fiskal daerah dalam membiayai pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan dana alokasi umum terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bandar Lampung pada periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pajak daerah dan retribusi daerah berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, sedangkan dana alokasi umum tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan, pajak daerah, retribusi daerah, dan dana alokasi umum berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bandar Lampung. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan PAD, sementara kontribusi dana alokasi umum terhadap PAD relatif terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian mengenai determinan Pendapatan Asli Daerah serta menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan PAD.
References
Ariyanti, A. D. (2023, September 14). Kebijakan fiskal daerah dalam rangka pemerataan dan kemandirian pemerintahan daerah. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diambil dari https://setkab.go.id/kebijakan-fiskal-daerah-dalam-rangka-pemerataan-dan-kemandirian-pemerintahan-daerah/
Indriani, I. (2022). Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Berau. ECO-BUILD: Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal, 6(1), 25–30. https://doi.org/10.35915/ej.v6i1.669
Jaya, I. M. L. M. (2020). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Yogyakarta, Indonesia: Anak Hebat Indonesia.
Kementerian Keuangan. (2014). Kajian kinerja fiskal daerah otonom baru (DOB). Diambil dari https://fiskal.kemenkeu.go.id/kajian/2014/03/28/143552684736385-kajian-kinerja-fiskal-daerah-otonom-baru-dob
Khoirina, S. (2025). Pengaruh pendapatan asli daerah (PAD) terhadap belanja modal pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandar Lampung tahun 2019-2023. Business and Entrepreneurship Journal (BEJ), 6(2). https://doi.org/10.57084/bej.v6i2.2005
Kumalasari, R., & Samudra, G. (2025). Pengaruh pajak dan retribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Magelang tahun 2011-2023. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 8(1), 1–21. https://doi.org/10.56354/jendelainovasi.v8i1.215
Santika, E., Anwar, A., & Isabella, A. A. (2024). Pengaruh PAD, DAU dan DAK terhadap belanja daerah Provinsi Lampung. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 3(6), 2737–2748. https://doi.org/10.56799/ekoma.v3i6.5427
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi (mixed methods) (Cetakan ke-10). Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Suprapto, S., & Purbowati, R. (2024). Kontribusi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Jurnal Akuntansi Neraca, 2(1). https://doi.org/10.59837/jan.v2i1.28
Suryahadi, M. Y., & Santosa, A. B. (2024). Analisis kemampuan keuangan daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dalam pelaksanaan otonomi daerah tahun 2018-2022. Journal of Economic, Business and Accounting (COSTING), 7(4), 1060–1071. https://doi.org/10.31539/costing.v7i5.11672
Syaifullah. (2024). Analisis kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Sumatera Utara. Jurnal Akutansi Manajemen Ekonomi Kewirausahaan (JAMEK), 4(3), 426–438. https://doi.org/10.47065/jamek.v4i3.1892
Tahar, A., & Zakhiya, M. (2011). Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap kemandirian daerah dan pertumbuhan ekonomi daerah. Journal of Accounting and Investment, 12(1), 88–99.
Usman, R. (2017). Pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD). JAF (Journal of Accounting and Finance), 1(1), 87–103. https://doi.org/10.25124/jaf.v1i01.902
Wiguna, K. A., & Jati, I. K. (2019). Pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain PAD yang sah terhadap kinerja keuangan daerah. E-Jurnal Akuntansi, 28(1), 85–108. https://doi.org/10.24843/EJA.2019.v28.i01.p04
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Khoirina, Mutiara Aisyah Putri, Nur Salma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

