Multicultural Islamic Education and the Challenge of Majority Authoritarianism in Indonesia

Authors

  • Siti Handika Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Indonesia
  • Inten Emilya Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Indonesia
  • Ari Wibowo Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Indonesia
  • Asiyah Asiyah Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59001/pjier.v4i1.804

Keywords:

multiculturalism, majority authorianism, Islamic education, democratic resilience, Religious Moderation

Abstract

This study examines the role of multicultural-informed Islamic education in addressing the challenges of majority authoritarianism within plural societies, particularly in the Indonesian context. Majority authoritarianism refers to the tendency of dominant religious interpretations to shape educational narratives and institutional practices in ways that marginalize alternative perspectives and limit recognition of diversity. Employing a Systematic Literature Review (SLR) approach, this research analyzes scholarly works, policy documents, and theoretical discussions related to Islamic education, multiculturalism, and democratic values. The analysis focuses on three main themes: the manifestation of majority authoritarianism in Islamic education, the conceptual foundations of multicultural-based Islamic education, and the development of multicultural education policies in Indonesia. The findings indicate that multicultural-informed Islamic education provides a critical pedagogical framework capable of challenging exclusivist religious narratives and promoting inclusive learning environments. By integrating principles of justice, dialogue, and respect for diversity, Islamic education can function as a transformative space that cultivates democratic awareness and social responsibility. The study also highlights that although Indonesia has adopted policies promoting religious moderation and multicultural education, significant challenges remain in translating these policies into classroom practices. This article contributes theoretically by introducing majority authoritarianism as an analytical lens in Islamic education studies and practically by emphasizing the importance of strengthening multicultural-based pedagogical approaches to enhance democratic resilience in plural societies.

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan Islam berbasis multikultural dalam merespons tantangan otoritarianisme mayoritas dalam masyarakat plural, khususnya dalam konteks Indonesia. Otoritarianisme mayoritas merujuk pada kecenderungan interpretasi keagamaan dominan yang membentuk narasi pendidikan dan praktik kelembagaan sehingga memarginalkan perspektif alternatif dan membatasi pengakuan terhadap keberagaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai karya ilmiah, dokumen kebijakan, dan kajian teoretis yang berkaitan dengan pendidikan Islam, multikulturalisme, dan nilai-nilai demokrasi. Analisis difokuskan pada tiga tema utama, yaitu bentuk-bentuk otoritarianisme mayoritas dalam pendidikan Islam, landasan konseptual pendidikan Islam berbasis multikultural, serta perkembangan kebijakan pendidikan multikultural di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis multikultural menawarkan kerangka pedagogis kritis yang mampu menantang narasi keagamaan eksklusif sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang inklusif. Dengan mengintegrasikan prinsip keadilan, dialog, dan penghargaan terhadap keberagaman, pendidikan Islam dapat berfungsi sebagai ruang transformatif untuk membangun kesadaran demokratis dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa meskipun kebijakan pendidikan di Indonesia telah mendorong moderasi beragama dan nilai-nilai multikultural, masih terdapat kesenjangan antara kerangka kebijakan dan praktik pembelajaran di tingkat institusi pendidikan. Secara teoretis, artikel ini memperkaya kajian pendidikan Islam dengan menghadirkan konsep otoritarianisme mayoritas sebagai lensa analitis, serta secara praktis menekankan pentingnya penguatan pendekatan pedagogi multikultural dalam meningkatkan ketahanan demokrasi di masyarakat plural.

References

Abakirov, A., et al. (2025). Integrating multicultural and learner-centred approaches into continuous technological education: Insights from higher education in Central Asia. Social Sciences & Humanities Open, 12.

Anggita, L., Habibullah, J., & Nurlaili. (2025). Telaah dan analisis: Pembelajaran multikultural dalam proses pembelajaran multikultural menurut H. A. R. Tilaar. Jurnal Versa, 7(3).

Ariyanto, A. (2004). Pendidikan multikultural menurut Prof. Dr. H. A. R. Tilaar, M.Sc.Ed. dan implikasinya terhadap pendidikan Islam (Undergraduate thesis). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Atmojo. (2023). Tata kelola keamanan data dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data.

Baidhawy, Z. (2005). Pendidikan agama berwawasan multikultural. Erlangga.

Babayiğit, B. B., Sever, D., Çam Aktaş, B., Kip Kayabaş, B., Şenel, E. A., & Güven, M. (2025). Professional development for multicultural education: Lessons from a blended in-service teacher training programme. Teaching and Teacher Education.

Barton, G., Yilmaz, I., & Morieson, N. (2021). Authoritarianism, democracy, Islamic movements and contestations of Islamic religious ideas in Indonesia. Religions, 12(8), 641. https://doi.org/10.3390/rel12080641

Espihani, R., Muslimah, M., Normuslim, N., & Mualimin, M. (2025). Reconstructing multicultural Islamic education: A Qur’anic framework for inclusive pedagogy. Suhuf: International Journal of Islamic Studies, 37(1), 16–23. https://doi.org/10.23917/suhuf.v37i1.10125

Futaqi, S. (2023). Pendidikan Islam multikultural: Menuju kemerdekaan belajar. Nawa Litera Publishing.

Gan, D., Alkaher, I., & Getahune, S. (2025). Multiculturalism, identity, and education: Local and global perspectives on a journey to Ethiopia and its impact on Israeli students and staff citizenship. International Journal of Educational Development, 118, 103416. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2025.103416

Ghozali, I., Imawan, M. R., & Zamzami, M. R. (2024). Pendidikan multikulturalisme dalam Islam. Jurnal Studi Islam dan Hukum Syariah, 2(1), 103–112. https://doi.org/10.3342/jursih.v2i1.35

Hanief, M., Damayanti, & Z. U. (2020). Multikulturalisme, narasi Islamisme, dan tantangan pendidikan di era global. Konferensi Nasional Pendidikan Islam, 1(1). https://new-conference.unisma.ac.id/index.php/KNPI/article/view/1150

Hasbullah, H., & Nurhasanah, N. (2024). Model pendidikan Islam multikultural. Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies, 3(2), 187–197. https://doi.org/10.56672/alwasathiyah.v3i2.430

Hogan, A., & Thompson, G. (2017). Commercialization in education. In Oxford Research Encyclopedia of Education. https://doi.org/10.1093/9780190264093.013.180

Ishak, I., & Das, S. W. H. (2025). Analysis of theories of multicultural education approaches in the context of Islamic religious education. Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies and Sharia, 2(1), 41–53. https://doi.org/10.70062/harmonyphilosophy.v2i1.41

Lestari, P. A. (2024). Educating for tolerance: Multicultural approaches in Islamic religious education. Sinergi International Journal of Islamic Studies, 2(2), 96–108. https://doi.org/10.61194/ijis.v2i2.602

Markarma, A., Djubaedi, D., Ap, A. N., Yusuf, K., & S, A. B. (2025). Islamic education based on multiculturalism in post-social conflict reconciliation. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 17(1), 515–526. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v17i1.7077

Masduki, M., Arfanaldy, S. R., Pamuncak, M. B., & Fahmi. (2025). The urgency of multicultural education in building a civil society: The perspective of Islamic educational philosophy. International Journal of Islamic Thought and Humanities, 4(1), 117–129. https://doi.org/10.54298/ijith.v4i1.399

Muaz, M., & Ruswandi, U. (2022). Moderasi beragama dalam pendidikan Islam. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(8), 3194–3203. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i8.820

Muliadi, E. (2012). Urgensi pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis multikultural di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1).

Panuntun, S., & Aziz, A. (2023). Pendidikan multikulturalisme dan prospeknya di Indonesia. Syntax Idea, 5(8), 1046–1058. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v5i8.2474

Surur, S., & Habibullah, J. A. (2025). Integrasi metode klasik dan kontemporer dalam pendidikan karakter berbasis pesantren. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, 5(2). https://doi.org/10.54437/irsyaduna.v5i2.2490

Downloads

Published

27-02-2026

Issue

Section

Articles