Tadabbur Al-Qur’an Perspektif Nashir Al-Umar dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer

Authors

  • Wela Maryani Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Padang, Indonesia
  • Ali Musolli Sohibi Harahap Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Padang, Indonesia
  • Samsuddin Samsuddin Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor, Bogor, Indonesia
  • Abdul Jabar Idharudin Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor, Bogor, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59001/pjrs.v5i1.765

Keywords:

karakter Qur’ani, Nashir Al-Umar, pedagogi reflektif, pendidikan Islam, tadabbur

Abstract

This article explores the concept of tadabbur Al-Qur’an from the perspective of Nashir Al-‘Umar and its implications for the development of contemporary Islamic education. The study is motivated by the weakening interaction between Muslims and the Qur’an, which is often limited to recitation (tilawah) and memorization (tahfiz), while the dimensions of deep reflection and inner meaning are frequently neglected. This research aims to explain the essence of tadabbur according to Al-‘Umar, distinguish it from tafsir and other forms of interaction such as ta’wīl and ta’ammul, and outline its relevance for renewing the paradigm of Islamic education. Based on a literature review of Al-‘Umar’s works and classical tafsir references, the study finds that tadabbur is understood as a profound process of contemplating the meanings, wisdoms, and consequences of Qur’anic verses by integrating the functions of the intellect, heart, and action. In the educational context, tadabbur implies an epistemological and pedagogical reorientation from textual-based learning models toward reflective and transformative models that foster spiritual awareness and Qur’anic character. Furthermore, tadabbur serves as a foundation for moral formation, spiritual renewal, and the development of a knowledge-based civilization rooted in revelation.

Artikel ini membahas konsep tadabbur Al-Qur’an dalam perspektif Nashir Al-‘Umar serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan melemahnya interaksi umat Islam dengan Al-Qur’an yang sering kali terbatas pada aspek tilawah dan hafalan, sementara dimensi perenungan dan penghayatan maknanya masih terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat tadabbur menurut Al-‘Umar, membedakannya dari tafsir dan bentuk interaksi lain dengan Al-Qur’an seperti ta’wīl dan ta’ammul, serta menguraikan relevansinya bagi pembaruan paradigma pendidikan Islam. Berdasarkan kajian literatur terhadap karya-karya Al-‘Umar dan referensi tafsir klasik, ditemukan bahwa tadabbur dipahami sebagai proses perenungan mendalam terhadap makna, hikmah, dan konsekuensi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengintegrasikan fungsi akal, hati, dan amal. Dalam konteks pendidikan, tadabbur berimplikasi pada reorientasi epistemologis dan pedagogis dari model pembelajaran tekstual menuju model reflektif dan transformatif yang menumbuhkan kesadaran spiritual serta karakter Qur’ani. Selain itu, tadabbur juga berfungsi sebagai fondasi pembentukan akhlak, pembaruan ruhani, dan pembangunan peradaban ilmu yang berakar pada wahyu.

References

Agus, A. (2025). Konsep tauhid perspektif Nashir Al-Umar: Implementasi dalam dakwah dan pendidikan di era modern. Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat, 8(1), 145-158.

Agusman, A., Samsuddin, S., & Iskandar, I. (2025). Konsep tauhid perspektif Nashir Al-Umar: Implementasi dalam dakwah dan pendidikan di era modern. Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat, 8(1), 152. doi:10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v8i1.338

Al-‘Ajurī, A. B. (n.d.). Akhlaq ḥamalat al-Qur’ān

Al-Dimasyqiy, I. K. (2004). Tafsir Ibnu Katsir. Riyadh: Darussalam.

Al-Lahim, K. A. K., & Ar-Ruwaisyid, A. B. R. (2016). Qawā‘id al-tadabbur al-amtsāl li kitābillāh ‘azza wa jalla.

Al-Qayyim al-Jauziyyah, I. (n.d.). Aṣ-Ṣawā‘iq al-mursalah ‘alā al-Jahmiyyah wa al-Mu‘aṭṭilah.

Al-Shabuni, M. A. (2016). Al-Tibyan fi ulum Al-Qur'an. Kairo: Dar Al-Ilmiyah.

Al-Umar, N. (2011a). Afala yatadabbaruna Al-Qur'an. Riyadh: Dar Al-Hadharah.

Al-Umar, N. (2011b). Silsilah liyadabbaru ayatihi. Riyadh: Darul Hadharah.

Al-Umar, N. (2013). Tadabbur Al-Qur'an kewajiban yang terabaikan (Samsuddin, Trans.). Jakarta: Dep. Infkom DPP Wahdah Islamiyah.

Al-Umar, N. (2015). Madarij al-hifdzi wa al-tadabbur. Riyadh: Dar Al-Hadharah.

Antaranews.com. (2013, Juni 2). Lembaga Tadabbur Qur'an Indonesia diresmikan. Diperoleh dari https://www.antaranews.com/berita/377964/lembaga-tadabbur-quran-indonesia-diresmikan

El-Munawiy, S. (2013a, Juni 1). Mengenal lebih dekat sosok Syaikh Prof. DR. Nashir ibn Sulaiman Al-‘Umar. Diperoleh dari https://www.arrahmah.id/mengenal-lebih-dekat-sosok-syaikh-prof-dr-nashir-ibn-sulaiman-al-umar/

El-Munawiy, S. (2013b, Juli 24). Biografi Syaikh Nashir Al Umar. Diperoleh dari https://fimadani.com/biografi-syaikh-nashir-al-umar/

Hamzah, A. (2019). Perspektif Al-Qur’an tentang tadabbur. Al-Mubarak, 67.

Hidayatullah.com. (2016, Juli 29). Ketua lembaga tadabbur Al-Quran internasional isi tabligh akbar di STIBA Makassar. Diperoleh dari https://hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/2016/07/29/98508/ketua-lembaga-tadabbur-al-quran-internasional-isi-tabligh-akbar-di-stiba-makassar.html

Ibnu Katsīr, I. (2008). Shahīh tafsīr Ibnu Katsīr. Bogor: Pustaka Ibnu Katsīr.

Iskandar, Samsuddin, Idharudin, A. J., & Azizah, B. N. (2025). Transformasi karakter religius santri melalui halaqah tarbiyah: Analisis peran murabbi dan internalisasi nilai 5M Wahdah Islamiyah di pesantren tahfidz. AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab, 4(6), 697-712. https://doi.org/10.36701/al-qiblah.v4i6.2699

Jafar, & Sipon. (2022). Tadabbur al-Quran and its implications for mental and emotional well-being under movement control order conditions. Revelation and Science, 12(1), 43.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2011). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Munawwir, A. W. (1997). Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia terlengkap. Yogyakarta: Pustaka Progresif.

Ridho, A. Z. (2024). From tafsir to tadabbur: A preliminary survey of Saudi scholars’ trends in understanding the Qur’an. Tanzil: Jurnal Studi Al-Qur'an, 104-105.

Samsuddin, S. (2024). Sistem kaderisasi dai. Sleman: Zahir Publishing.

Samsuddin, S., & Bakry, K. (2023). Metode pendidikan akhlak perspektif hadis: Telaah kitab Adab Ṣaḥīḥ Al-Bukhārī. JAWAMI’UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis, 1(1), 38-57.

Samsuddin, S., Abdurrahman, A., & Yusup, A. M. (2025). Internalisasi karaker religius melalui halaqah tarbiyah: Studi persepsi siswa di SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah. Al-Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama, 7(1), 25-42.

Stiba.ac.id. (2016, Juli 31). Syaikh Nashir al-Umar: Al-Qur’an solusi segala masalah. Diperoleh dari https://stiba.ac.id/2016/07/31/syaikh-nashir-al-umar-al-quran-solusi-segala-masalah/

Suryaningsih, R. B. (2013, Juni 2). Lembaga tadabbur Al Quran Indonesia diresmikan. Diperoleh dari https://news.republika.co.id/berita/mnr5hl/lembaga-tadabbur-al-quran-indonesia-diresmikan

Wahdah.or.id. (2013, Agustus 3). Ustad Zaitun: Tarbiyah Qur’aniyah melalui tadabbur al-Qur’an. Diperoleh dari https://wahdah.or.id/ustad-zaitun-tarbiyah-qur-aniyah-melalui-tadabbur-al-qur-an/

Downloads

Published

23-01-2026

Issue

Section

Articles