Implementasi Wathaniyah dalam Mewujudkan Kemandirian Pesantren
Studi di Pesantren Riyadlul Jannah Mojokerto
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjrs.v5i1.799Keywords:
wathaniyah , kemandirian pesantren , Pesantren dan kebangsaan, Islam dan nasionalisme, pembangunan nasionalAbstract
This study aims to analyze the implementation of wathaniyah (religious-based nationalism) in fostering institutional independence at Pesantren Riyadlul Jannah. Departing from the understanding that pesantren serve not only as religious educational institutions but also as socio-national actors, wathaniyah is positioned as a religious value with social and institutional implications. The research employs a qualitative phenomenological approach through in-depth interviews, observation, and documentation, and the data were analyzed using thematic-phenomenological techniques. The findings reveal that wathaniyah functions as both a normative and ideological foundation for pesantren independence. Love of the homeland is understood as part of faith and religious responsibility, manifested in economic autonomy, social welfare commitments, and active contributions to national development. Such independence is not perceived as a purely pragmatic objective but as a means to safeguard the pesantren’s ethical autonomy and freedom of service to society and the state. This study demonstrates that wathaniyah operates as a religious ethic that drives pesantren empowerment. The findings contribute to the fields of religious and social studies by showing how contextualized religious values can serve as normative foundations for strengthening pesantren roles within Indonesian civic life.
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi wathaniyah dalam mewujudkan kemandirian kelembagaan di Pesantren Riyadlul Jannah. Berangkat dari asumsi bahwa pesantren merupakan aktor keagamaan sekaligus kebangsaan, penelitian ini memposisikan wathaniyah sebagai nilai keagamaan yang memiliki implikasi sosial dan kelembagaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik-fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wathaniyah berfungsi sebagai landasan normatif dan ideologis bagi pembangunan kemandirian pesantren. Nilai cinta tanah air dipahami sebagai bagian dari iman dan tanggung jawab keagamaan, dan diwujudkan dalam kemandirian ekonomi, komitmen terhadap kesejahteraan sosial, serta kontribusi terhadap pembangunan nasional. Kemandirian dimaknai bukan sekadar tujuan pragmatis, tetapi sebagai cara menjaga otonomi nilai dan kebebasan pengabdian pesantren kepada umat dan bangsa. Studi ini menegaskan bahwa wathaniyah dapat berperan sebagai etika keagamaan yang mendorong kemandirian pesantren. Temuan ini memperkaya kajian agama dan sosial dengan menunjukkan bahwa nilai keagamaan mampu menjadi basis normatif bagi penguatan peran pesantren dalam kehidupan kebangsaan di Indonesia.
References
Abdullah. (2024, Desember). Wawancara dengan Pengasuh PP Rijan.
Adamin, M., Firdaus, A., & Ali, Z. M. (2025). Determinants of Successful Economic Independence in Pesantren | The Economic Review of Pesantren. Retrieved from https://journals.smartinsight.id/index.php/ERP/article/view/550
al-Zuhaili, W. (1418). Al-Munir fil Aqidah wal Syari’ah wal Manhaj (Vol. 5). Kairo: Dar Al-Fikr Al-Mu’ashir.
Alamsyah, M. N. (2024, January 9). Trilogi Nasionalisme: Negara, Agama dan Pesantren. Retrieved 31 August 2024, from NU Online Jatim website: https://jatim.nu.or.id/opini/trilogi-nasionalisme-negara-agama-dan-pesantren-FV4ux
Al-’Asqalani, I. H. (1994). Fath al-Bari Sarh Sahih Bukhari (Vol. 3). al-Maktabah as-Salafiyah.
Ariev, H. (2025, Oktober). 80 Tahun Resolusi Jihad. Retrieved 22 January 2026, from NU Online website: https://www.nu.or.id/opini/80-tahun-resolusi-jihad-2fNSz
Aydemir, M. A., & Tecim, E. (2012). Türk Toplumunda Aile ve Dinin Sosyal Sermaye Potansiyeli. Selçuk Üniversitesi Sosyal Bilimler Enstitüsü Dergisi, (28), 43–59.
Azra, H. (2018). Islamic Education in Indonesia. In Handbook of Islamic Education (pp. 763–780). Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-319-64683-1_32
Basri, H. H. (Ed.). (2017). TOP 10 EKOSANTRI : Pionir Kemandirian Pesantren. Jakarta: LITBANGDIKLAT PRESS.
Bellah, R. (2002). ‘Civil Religion in America’. In Religion Today: A Reader. Routledge.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2017). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications.
Dana, L.-P. (Ed.). (2010). Entrepreneurship and Religion. Cheltenham (GB): Edward Elgar Publishing.
Deller, S. C., Conroy, T., & Markeson, B. (2018). Social capital, religion and small business activity. Journal of Economic Behavior & Organization, 155, 365–381. https://doi.org/10.1016/j.jebo.2018.09.006
Harris, M. (2025). Synagogues and Their Role in UK Civil Society. https://doi.org/10.3167/ej.2025.580212
Hefner, R. W. (Ed.). (2009). Making Modern Muslims: The Politics of Islamic Education in Southeast Asia. Honolulu: University of Hawaii Press.
Juergensmeyer, M. (2023). The New Cold War?: Religious Nationalism Confronts the Secular State. University of California Press.
Kemenag RI. (2021, August 25). Pengembangan Ekonomi Pesantren Butuh Terobosan Baru Retrieved 22 January 2026, from Kementerian Agama Republik Indonesia website: https://kemenag.go.id/opini/pengembangan-ekonomi-pesantren-butuh-terobosan-barunbsp-mq46rj
Khatimah, H., Nuradi, & Huda, N. (2024). The Concept of Economic Independence of Cash Waqf-Based Pesantren and Its Implementation at STIBA Ar Raayah. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(12), 5473–5492. https://doi.org/10.47467/elmal.v5i12.5402
Mashadi, A. I. (2020). Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pengelolaan Dana Infaq Produktif Berbasis Kewirausahaan Pesantren: Studi Kasus Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet. FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1). https://doi.org/10.58787/fdzt.v1i1.19
Milal, A. (2024, Desember). Wawancara dengan Pengasuh PP Rijan.
OpopJatim. (2020, November 27). Pesantren Riyadlul Jannah, Pionir Kemandirian Pesantren. Retrieved 4 August 2022, from Https://opop.jatimprov.go.id/ website: https://opop.jatimprov.go.id/detail/189/pesantren-riyadlul-jannah-pionir-kemandirian-pesantren
Republika. (2017, January 22). Pesantren Sukses Bangun Wirausaha. Retrieved 13 August 2022, from Republika Online website: https://republika.co.id/berita/koran/news-update/17/01/22/ok68w64-pesantren-sukses-bangun-wirausaha
Slamet. (2017, February 2). Trilogi Ukhuwah: Fondasi Pembangunan Indonesia. Retrieved 31 August 2024, from NU Online website: https://www.nu.or.id/opini/trilogi-ukhuwah-fondasi-pembangunan-indonesia-42oXD
Solihin, K., & Azro’i, I. (2024). Strategi Penguatan Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Usaha Mikro Kecil Menengah. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 5(1), 85–114. https://doi.org/10.35878/santri.v5i1.1209
Syafi’i, S. (2019, September 11). Jejaring Bisnis ala Pesantren Riyadlul Jannah Mojokerto. Retrieved 4 December 2022, from Nu.or.id website: https://www.nu.or.id/nasional/jejaring-bisnis-ala-pesantren-riyadlul-jannah-mojokerto-L4Ed9
van Bruinessen, M. (1999). Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat (cetakan ke III). Bandung: Mizan.
Wuthnow, R. (2009). Saving America?: Faith-Based Services and the Future of Civil Society. Princeton: Princeton University Press. Retrieved from https://muse.jhu.edu/pub/267/monograph/book/29994
Zarkasyi, H. F. (2012). Misykat: Refleksi tentang Islam, westernisasi & liberalisasi (Cet. 1). Jakarta: Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations.


