https://www.jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/pjeb/issue/feed Peradaban Journal of Economic and Business 2026-09-16T14:51:04+07:00 Muhammad Fawaiq pjeb@peradabanpublishing.com Open Journal Systems <p><span class="citation-3 citation-end-3"><strong>PERADABAN JOURNAL of ECONOMIC and BUSINESS</strong> is an open access and peer-reviewed journal dedicated to disseminating the results of studies and research, both theoretical and applied in the fields of economics and busines</span>s. Accredited <strong data-path-to-node="0" data-index-in-node="232">SINTA 5</strong> by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, the journal publishes twice a year, in <strong>March</strong> and <strong>September</strong>. Editors accept theoretical and empirical articles on general topics in Economics, Business, and Management.</p> https://www.jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/pjeb/article/view/1305 The Effects of Cybersecurity Awareness and Digital Platform Trust on Business Sustainability among Digital Entrepreneurs 2026-09-05T20:13:16+07:00 Nurul Haeriyah Ridwan nurul.haeriyah@unm.ac.id Muh. Irshan Sachrir irshan@unm.ac.id Dwiyanti Dwiyanti dwiyanti@unm.ac.id <p>The rapid growth of digital entrepreneurship has expanded business opportunities while increasing exposure to cybersecurity threats and dependence on digital platforms. However, empirical evidence on how cybersecurity awareness and digital platform trust contribute to business sustainability remains limited. This study examines the effects of cybersecurity awareness and digital platform trust on the business sustainability of digital entrepreneurs in Indonesia by integrating the Resource-Based View (RBV), Protection Motivation Theory (PMT), and Trust Theory. A quantitative explanatory design was employed using survey data collected from digital entrepreneurs operating through e-commerce and social commerce platforms. Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results show that cybersecurity awareness and digital platform trust have positive and statistically significant effects on business sustainability. Cybersecurity awareness strengthens entrepreneurs' ability to identify digital threats and implement protective practices, while digital platform trust supports secure transactions, reliable platform operations, and reduced operational risks. These findings indicate that sustainable digital entrepreneurship depends on both internal cybersecurity capabilities and confidence in external digital platform infrastructure. The study contributes to the digital entrepreneurship literature by integrating cybersecurity capability and platform trust into a unified framework and provides practical insights for entrepreneurs, platform providers, and policymakers to strengthen digital resilience and sustainable business growth.</p> <p>Pesatnya pertumbuhan kewirausahaan digital telah memperluas peluang bisnis sekaligus meningkatkan paparan terhadap ancaman keamanan siber dan ketergantungan pada platform digital. Namun, bukti empiris mengenai bagaimana kesadaran keamanan siber dan kepercayaan platform digital berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis masih terbatas. Penelitian ini menguji pengaruh kesadaran keamanan siber dan kepercayaan platform digital terhadap keberlanjutan bisnis wirausahawan digital di Indonesia dengan mengintegrasikan Resource-Based View (RBV), Protection Motivation Theory (PMT), dan Trust Theory. Desain eksplanatori kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data survei yang dikumpulkan dari wirausahawan digital yang beroperasi melalui platform e-commerce dan social commerce. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran keamanan siber dan kepercayaan platform digital berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap keberlanjutan bisnis. Kesadaran keamanan siber memperkuat kemampuan wirausahawan dalam mengidentifikasi ancaman digital dan menerapkan praktik perlindungan, sementara kepercayaan platform digital mendukung transaksi yang aman, operasional platform yang andal, dan pengurangan risiko operasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan kewirausahaan digital bergantung pada kemampuan keamanan siber internal sekaligus kepercayaan terhadap infrastruktur platform digital eksternal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur kewirausahaan digital dengan mengintegrasikan kapabilitas keamanan siber dan kepercayaan platform ke dalam satu kerangka kerja yang terpadu, serta memberikan wawasan praktis bagi wirausahawan, penyedia platform, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat ketahanan digital dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.</p> 2026-09-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nurul Haeriyah Ridwan, Muh. Irshan Sachrir, Dwiyanti Dwiyanti https://www.jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/pjeb/article/view/926 Comparative Analysis of the Islamic Human Development Index across Indonesian Provinces, 2018–2022 2026-09-04T20:30:39+07:00 Diana Nury Izzabillah diananury283@gmail.com Muslikhati Muslikhati muslikhati03@gmail.com Sri Cahyaning Umi Salama Scumisalama@umm.ac.id <p>This study compares the Islamic Human Development Index (I-HDI) across all 34 Indonesian provinces from 2018 to 2022 — an index that measures human development by integrating the maqashid sharia dimensions (ad-din, an-nafs, al-aql, an-nasl, and al-mal) alongside an economic growth component, offering a more holistic alternative to the conventional HDI. Employing a descriptive quantitative approach based on secondary data from Statistics Indonesia (BPS), the results show that Indonesia's national I-HDI rose from 69.56 in 2018 to 72.73 in 2021 before declining slightly to 72.54 in 2022. At the provincial level, the top-ranked province shifted over time — from Bali (2018–2020) to West Java (2021) and finally DKI Jakarta (2022, 86.12) — while North Sumatra consistently recorded the lowest score throughout the period (50.84–55.01). These findings reveal a broadly improving yet persistently uneven pattern of human development from an Islamic perspective, with the ad-din dimension and the economic-growth component emerging as key sources of regional disparity. By covering all Indonesian provinces over a recent five-year period, this study offers an updated, nationwide comparative baseline that has been largely absent from prior I-HDI research. Future studies are encouraged to diversify the indicators used, apply inferential methods, and incorporate additional determinant variables to explain these disparities with greater confidence.</p> <p>Penelitian ini membandingkan Indeks Pembangunan Manusia Islami (<em>Islamic Human Development Index</em> / I-HDI) di seluruh 34 provinsi di Indonesia dari tahun 2018 hingga 2022 — sebuah indeks yang mengukur pembangunan manusia dengan mengintegrasikan dimensi maqashid syariah (<em>ad-din</em>, <em>an-nafs</em>, <em>al-aql</em>, <em>an-nasl</em>, dan <em>al-mal</em>) berdampingan dengan komponen pertumbuhan ekonomi, yang menawarkan alternatif lebih holistik terhadap IPM konvensional. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), hasil penelitian menunjukkan bahwa I-HDI nasional Indonesia meningkat dari 69,56 pada tahun 2018 menjadi 72,73 pada tahun 2021 sebelum sedikit menurun menjadi 72,54 pada tahun 2022. Pada tingkat provinsi, peringkat teratas mengalami pergeseran dari waktu ke waktu — dari Bali (2018–2020) ke Jawa Barat (2021) dan akhirnya DKI Jakarta (2022, 86,12) — sementara Sumatera Utara secara konsisten mencatatkan skor terendah sepanjang periode tersebut (50,84–55,01). Temuan ini mengungkapkan pola pembangunan manusia dari perspektif Islam yang secara umum membaik namun tetap menunjukkan ketimpangan yang persisten, dengan dimensi <em>ad-din</em> dan komponen pertumbuhan ekonomi muncul sebagai sumber utama disparitas antarwilayah. Dengan mencakup seluruh provinsi di Indonesia selama periode lima tahun terakhir, penelitian ini menyajikan basis data komparatif berskala nasional yang mutakhir yang sebagian besar belum ada dalam penelitian I-HDI sebelumnya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mendiversifikasi indikator yang digunakan, menerapkan metode inferensial, serta memasukkan variabel determinan tambahan guna menjelaskan disparitas ini dengan tingkat keyakinan yang lebih tinggi.</p> 2026-09-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Diana Nury Izzabillah, Muslikhati Muslikhati, Sri Cahyaning Umi Salama