Practice-Based Tafsir Laboratory
An Experiential Learning Innovation in a Tahfidz Islamic Boarding School
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjier.v4i2.1334Keywords:
ashil wa dakhil, character practice, practice-based learning, Tafsir Laboratory, thematic tafsirAbstract
This study aims to examine the development, experiential learning benefits, character practice spaces, and contemporary contextual engagement of the Tafsir Laboratory at Ihyaul Qur'an Nururrohman Islamic Boarding School, Wagir, Malang—addressing initial instruction that prioritized textual transmission over critical interpretive practice. Employing a qualitative action research design, the university fieldwork practicum (PKL) team served as practitioner-researchers during a one-month implementation. Data were collected via participatory observation, semi-structured interviews with the caregiver, instructor, and students, alongside module, syllabus, and reference documentation. Findings reveal that the laboratory integrates Ulumul Qur'an—specifically ashil wa dakhil fi tafsir (critique of authentic versus infiltrated exegesis)—with three thematic practice models: Tafsir Book Battle, Tafsir Book Review, and Thematic Tafsir Seminars across eight contemporary themes. The implementation (a) supported students' analytical and communicative development through experiential learning, (b) cultivated a practice space for responsibility, discipline, and openness, and (c) enabled scholarly engagement with pressing social, youth, and environmental issues. Ultimately, this study contributes an integrative model combining Ulumul Qur'an epistemology, dakhil critique, and structured thematic practice within a unified laboratory ecosystem, extending existing discourse on pesantren tafsir pedagogy.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan, manfaat pembelajaran berbasis pengalaman, ruang praktik karakter, serta keterlibatan kontekstual kontemporer dari Laboratorium Tafsir di Pondok Pesantren Ihyaul Qur'an Nururrohman, Wagir, Malang—sebagai upaya merespons pembelajaran awal yang berfokus pada transmisi tekstual ketimbang praktik penafsiran kritis. Menggunakan desain penelitian tindakan kualitatif, tim Praktik Kerja Lapangan (PKL) universitas bertindak sebagai peneliti-praktisi selama satu bulan implementasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan pengasuh, pengajar, dan santri, serta dokumentasi modul, silabus, dan referensi tafsir. Temuan penelitian menunjukkan bahwa laboratorium ini mengintegrasikan Ulumul Qur'an—khususnya kritik ashil wa dakhil fi tafsir (unsur shahih vs. infiltratif dalam eksegesis)—dengan tiga model praktik tematik: Tafsir Book Battle, Tafsir Book Review, dan Seminar Tafsir Tematik yang mencakup delapan tema kontemporer. Implementasi program ini (a) mendukung perkembangan kemampuan analitis dan komunikatif santri melalui siklus pembelajaran berbasis pengalaman, (b) menyediakan ruang praktik bagi nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan keterbukaan, serta (c) memungkinkan keterlibatan akademis dengan isu-isu sosial, remaja, dan lingkungan yang mendesak. Pada akhirnya, penelitian ini menyumbangkan sebuah model integratif yang menggabungkan epistemologi Ulumul Qur'an, kritik dakhil, dan praktik tematik terstruktur dalam satu ekosistem laboratorium yang padu, sekaligus memperluas diskusi mengenai pedagogi tafsir di pesantren
References
Abdullah, M. A. (2006). Islamic studies di perguruan tinggi: Pendekatan integratif-interkonektif. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar.
Abduh, M., & Rida, M. (1935). Tafsir al-Manar. Cairo, Egypt: Dar al-Manar.
Al-Dhahabi, M. H. (1990). Al-Isra'iliyyat fi al-tafsir wa al-hadith. Cairo, Egypt: Maktabah Wahbah.
Al-Farmawi, A. H. (2005). Al-Bidayah fi al-tafsir al-mawdu'i. Cairo, Egypt: Dar al-Salam.
Al-Suyuti, J. A.-D. (2010). Al-Itqan fi 'ulum al-Qur'an. Beirut, Lebanon: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Anwar, M. S., Patima, S., & Khairullah, C. (2024). Pengembangan metode pengajaran tafsir di pesantren. Taqrib: Journal of Islamic Studies and Education, 2(2), 123–135. https://doi.org/10.61994/taqrib.v2i2.621
Badiana, B., Wahyuningsih, W., & Ananda, A. (2025). Implementasi pendidikan Qur'ani dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Darul Qur'an Lanre Said. Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir, 10(2), 1–15.
Boyer, E. L. (1996). The scholarship of engagement. Journal of Public Service and Outreach, 1(1), 11–20.
Burnes, B., & Bargal, D. (2017). Introduction: Kurt Lewin: 70 years on. Journal of Change Management, 17(2), 1–18. https://doi.org/10.1080/14697017.2017.1299371
Dimyathi, M. A. (2015). Mawarid al-bayan fi 'ulum al-Qur'an. Malang, Indonesia: Lisan Arabi.
Engineer, A. A. (1992). Islam and its relevance to our age. New Delhi, India: Sterling Publishers.
Esack, F. (1997). Qur'an, liberation and pluralism: An Islamic perspective of interreligious solidarity against oppression. Oxford, England: Oneworld Publications.
Izzan, A., & Oktaviani, S. (2022). Pengaruh penerapan metode sorogan dan wetonan terhadap kemampuan berfikir kritis santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpawitan. MASAGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 27–36. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.118
Izzi Dien, M. Y. (2000). The environmental dimensions of Islam. Cambridge, England: Lutterworth Press.
Junaedi, D. (2015). Living Qur'an: Sebuah pendekatan baru dalam kajian Al-Qur'an (Studi kasus di Pondok Pesantren As-Siroj Al-Hasan Desa Kalimukti Kec. Pabedilan Kab. Cirebon). Journal of Qur'an and Hadith Studies, 4(2), 169–190.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Jakarta, Indonesia: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Kholifatul, K. (2021). Tipologi resepsi Al-Quran di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Oemah Al-Quran Malang: Studi living Al-Quran. Mashahif: Journal of Qur'an and Hadits Studies, 1(1), 1–12.
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.
Kosasih, A., Fahrullah, T. A., & Mahdi, S. (2023). Penguatan pendidikan karakter di pesantren tradisional Jawa Barat. Midang: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(1), 45–58.
Maya, R., Herman, H., Aisyah, A., & Alfarisi, M. F. (2023). Implementasi buku Tafsir Tarbawi: Tafsir tematik pendidikan karakter karya Fakhruddin Nursyam sebagai referensi pada mata kuliah Tafsir Tarbawi. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 101–118. https://doi.org/10.30868/ei.v12i001.5371
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Mubarok, Z., & Romelah, R. (2024). Model integratif pembelajaran tafsir tematik QS. Al-Hasyr: 2-5 dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat di Ma’had Baitul Qur’an Malang. TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah, 1(4), 1–17. https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v1i4.29
Mustaqim, A. (2010). Epistemologi tafsir kontemporer. Yogyakarta, Indonesia: LKiS.
Muthohar, A. (2007). Ideologi pendidikan pesantren: Pesantren di tengah arus ideologi-ideologi pendidikan. Semarang, Indonesia: Pustaka Rizki Putra.
Nasyirudin, I., & Al-Kattani, A. H. (2022). Pendidikan tafsir bagi santri di pesantren tahfidz. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 15(3), 429–438. https://doi.org/10.32832/tawazun.v15i3.9134
Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago, IL: University of Chicago Press.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an (Vol. 1). Jakarta, Indonesia: Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2013). Membumikan Al-Qur'an. Bandung, Indonesia: Mizan.
Siswadi, S., & Syaifuddin, A. (2024). Penelitian tindakan partisipatif metode PAR (Participatory Action Research) tantangan dan peluang dalam pemberdayaan komunitas. Ummul Qura: Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 19(2), 111–125. https://doi.org/10.55352/uq.v19i2.1174
Tafsir Laboratory Development Team. (2026). Modul pembelajaran Ulumul Qur'an dan praktik tafsir tematik. Wagir, Malang, Indonesia: PKL, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ulinnuha, M. (2019). Metode kritik Ad-Dakhil fit-Tafsir: Cara mendeteksi adanya infiltrasi dan kontaminasi dalam penafsiran Al-Qur'an. Jakarta, Indonesia: Qaf Media Kreativa.
