Contested Religious Authority and Political Representation

Pesantren and Nahdlatul Ulama in East Java’s 2024 Presidential Election

Authors

  • Pramuja Yudha Pratama Brawijaya University, Malang, Indonesia
  • Muhammad Badri Habibi Istanbul Sabahattin Zaim University, Istanbul, Turkey
  • Ratih Kusuma Ningtias Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah, Paciran, Lamongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59001/pjrs.v3i1.145

Keywords:

pesantren, Nahdlatul Ulama, religious authority, representative claims, electoral politics

Abstract

Pesantren in East Java are embedded in extensive Nahdlatul Ulama (NU)-linked social and religious networks, yet shared religious affiliation does not necessarily produce a unified political position. This article examines how political actors invoked NU and pesantren affiliations and competed to claim representation of these communities in the run-up to Indonesia’s 2024 presidential election. It addresses a gap in studies that tend to examine kiai and pesantren networks primarily as channels of political influence, by focusing instead on the plurality of actors and the legitimacy claims they advanced. The study employs a qualitative documentary approach, drawing on national and NU media reports, official organizational statements, and relevant academic literature. Documents were selected according to their temporal relevance, connection to actors’ political positions, and traceability to original sources. Thematic analysis was used to identify the actors, representative claims, and sources of legitimacy underpinning them. The findings show that claims to represent NU and pesantren drew on different resources, including organizational positions, family genealogy, pesantren education, party affiliation, and personal reputation. PBNU’s declaration of organizational neutrality did not eliminate competing claims; these continued to emerge beyond the formal organizational structure. The article argues that pesantren-related politics is better understood through the contestation of representation among multiple sources of authority than through the assumption of a homogeneous electoral bloc. The analysis concerns documented elite positions and does not establish how these claims were received by pesantren communities or how their members voted.

Pesantren di Jawa Timur terhubung dengan jaringan sosial dan keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), tetapi kesamaan identitas keagamaan tidak selalu menghasilkan kesatuan orientasi politik. Artikel ini mengkaji bagaimana para aktor politik menggunakan afiliasi dengan NU dan pesantren serta bersaing mengajukan klaim representasi atas komunitas tersebut menjelang Pemilihan Presiden Indonesia 2024. Artikel ini mengisi celah dalam kajian yang cenderung menempatkan kiai dan jaringan pesantren sebagai saluran pengaruh politik, dengan memusatkan perhatian pada pluralitas aktor dan klaim legitimasi yang mereka ajukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen yang mencakup pemberitaan media nasional dan media NU, pernyataan resmi organisasi, serta literatur akademik yang relevan. Dokumen dipilih berdasarkan relevansi waktu, keterkaitan dengan posisi politik aktor, dan keterlacakan ke sumber aslinya. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi aktor, klaim representasi, dan sumber legitimasi yang mendasarinya. Temuan menunjukkan bahwa klaim representasi NU dan pesantren bertumpu pada sumber yang beragam, meliputi posisi organisasional, garis genealogis, pendidikan pesantren, afiliasi partai, dan reputasi personal. Penegasan netralitas organisasi oleh PBNU tidak menghentikan munculnya klaim-klaim lain di luar struktur formal organisasi. Artikel ini berargumen bahwa politik yang berkaitan dengan pesantren lebih tepat dipahami melalui kontestasi representasi di antara berbagai sumber otoritas daripada melalui asumsi tentang blok elektoral yang homogen. Analisis ini terbatas pada posisi elite yang terdokumentasi dan tidak membuktikan bagaimana klaim tersebut diterima oleh komunitas pesantren ataupun bagaimana pilihan politik anggotanya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A’la, A., & Zamzami, M. (2023). Relasi kuasa kiai tua dan kiai muda: Studi tentang Islamisme gerakan Aliansi Ulama dan Forum Kiai Muda Madura. Academia Publication. https://tokoacademia.com/product/relasi-kuasa-kiai-tua-dan-kiai-muda-studi-tentang-islamisme-gerakan-aliansi-ulama-dan-forum-kiai-muda-madura/

Agus Rahmat, U. R. (2023, September 14). Anak pendiri NU bilang Cak Imin mewakili 70 persen warga Nahdliyin di Jatim. VIVA.co.id. https://www.viva.co.id/berita/politik/1637419-anak-pendiri-nu-bilang-cak-imin-mewakili-70-persen-warga-nahdliyin-di-jatim

Anshori, A., & Samputra, P. (2024). The political of pesantren in the 2018 East Java governor election on Madura Island. Jurnal Wacana Politik, 9(1). https://journal.unpad.ac.id/wacanapolitik/vol9/iss1/8

Antara Jatim. (2023, November 26). Kiai di Sampang deklarasi dukungan untuk pasangan Prabowo-Gibran. Antara News. https://jatim.antaranews.com/berita/749658/kiai-di-sampang-deklarasi-dukungan-untuk-pasangan-prabowo-gibran

Ayatillah, I. L. (2022). Bersinar di pergantian abad: Menguatnya otoritas kiai di Sumenep akhir abad XIX hingga awal abad XX. SUARGA: Studi Keberagamaan dan Keberagaman, 1(2), 48–67. https://doi.org/10.24090/suarga.v1i2.7448

Bisnis.com. (2023a, September 6). Disinggung Gus Yahya, Cak Imin klaim tidak pernah bawa-bawa NU. Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20230906/15/1692238/disinggung-gus-yahya-cak-imin-klaim-tidak-pernah-bawa-bawa-nu

Bisnis.com. (2023b, November 22). Profil dan prestasi Muhaimin Iskandar, cawapres Anies di Pilpres 2024. Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20231122/15/1716440/profil-dan-prestasi-muhaimin-iskandar-cawapres-anies-di-pilpres-2024

Bisnis.com. (2023c, November 10). Berebut suara NU, Nusron Wahid pertanyakan jumlah nahdliyin pengikut Mahfud dan Cak Imin. Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20231110/15/1713080/berebut-suara-nu-nusron-wahid-pertanyakan-jumlah-nahdliyin-pengikut-mahfud-dan-cak-imin

Bisnis.com. (2023d, November 26). Prabowo sowan para kyai se-Pantura di Jawa Timur hari ini. Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20231126/15/1718052/prabowo-sowan-para-kyai-se-pantura-di-jawa-timur-hari-ini

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power (J. B. Thompson, Ed. & Intro.). Polity Press.

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Brown, G. (2019). Civic Islam: Muhammadiyah, NU and the organisational logic of consensus-making in Indonesia. Asian Studies Review, 43(3), 397–414. https://doi.org/10.1080/10357823.2019.1626802

Bush, R. (2009). Nahdlatul Ulama and the struggle for power within Islam and politics in Indonesia. Institute of Southeast Asian Studies.

CNN Indonesia. (2023, Juli 9). Khofifah pastikan Muslimat NU tak afiliasi parpol di Pemilu 2024. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230709094743-32-971190/khofifah-pastikan-muslimat-nu-tak-afiliasi-parpol-di-pemilu-2024

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. LP3ES.

Eickelman, D. F., & Piscatori, J. P. (2004). Muslim politics. Princeton University Press.

Fealy, G. (2012). Ijtihad politik ulama: Sejarah NU 1952–1967. LKiS Pelangi Aksara.

Hajar, I. (2009). Kiai di tengah pusaran politik: Antara petaka dan kuasa. IRCiSoD.

Hasanudin, S. (2017). Mekanisme religio-politik pesantren: Mobilisasi jaringan Hamida dalam politik elektoral Tasikmalaya. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 22(1). https://doi.org/10.7454/MJS.v22i1.1084

Kami, I. M. (2018, Februari). Survei Litbang Kompas: Khofifah-Emil 48,6% vs Gus Ipul-Puti 45,6%. detikNews. https://news.detik.com/berita/d-4046417/survei-litbang-kompas-khofifah-emil-48-6-vs-gus-ipul-puti-45-6

Kemenag RI. (2024). Jumlah pondok pesantren, ustadz, dan santri menurut provinsi. Kementerian Agama Republik Indonesia. https://satudata.kemenag.go.id/dataset/detail/jumlah-pondok-pesantren-ustadz-dan-santri-menurut-provinsi

Kontan. (2023, Oktober 28). Yenny Wahid: Kami barisan para kader Gus Dur mendukung Ganjar-Mahfud MD. Kontan.co.id. https://nasional.kontan.co.id/news/yenny-wahid-kami-barisan-para-kader-gus-dur-mendukung-ganjar-mahfud-md

KPU Jatim. (2023, June 27). Hasil rekapitulasi tingkat provinsi, sebanyak 31.402.838 warga Jawa Timur masuk dalam DPT Pemilu 2024. Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur. https://jatim.kpu.go.id/blog/read/hasil-rekapitulasi-tingkat-provinsi-sebanyak-31402838-warga-jawa-timur-masuk-dalam-dpt-pemilu-2024

Krämer, G., & Schmidtke, S. (Eds.). (2006). Introduction: Religious authority and religious authorities in Muslim societies. A critical overview. In G. Krämer & S. Schmidtke (Eds.), Speaking for Islam: Religious authorities in Muslim societies (pp. 1–14). Brill.

Krämer, G., & Schmidtke, S. (Eds.). (2014). Speaking for Islam: Religious authorities in Muslim societies. Brill. https://doi.org/10.1163/9789047408864_001

Lesmana, A. S., & Ardiansyah, N. (2023, September 15). Ogah khianati amanat, Gus Yahya pastikan PBNU tak akan dukung paslon tertentu. Suara.com. https://www.suara.com/kotaksuara/2023/09/15/161405/ogah-khianati-amanat-gus-yahya-pastikan-pbnu-tak-akan-dukung-paslon-tertentu

Liddle, R. W., & Mujani, S. (2007). Leadership, party, and religion: Explaining voting behavior in Indonesia. Comparative Political Studies, 40(7), 832–857. https://doi.org/10.1177/0010414006292113

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Liputan6. (2023a, Oktober 19). Jadi cawapres Ganjar Pranowo, berikut ini sisi religius Mahfud MD dan jejak kedekatannya dengan pesantren. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/islami/read/5427188/jadi-cawapres-ganjar-pranowo-berikut-ini-sisi-religius-mahfud-md-dan-jejak-kedekatannya-dengan-pesantren

Liputan6. (2023b, November 2). Berebut Khofifah masuk timses capres, kubu Prabowo vs Ganjar siapa bakal menang. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/surabaya/read/5438824/berebut-khofifah-masuk-timses-capres-kubu-prabowo-vs-ganjar-siapa-bakal-menang

Lubis, H., & Rohmatillah, N. (2018). Komodifikasi otoritas kiai dalam kontestasi politik (Studi komodifikasi otoritas kiai di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan). JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis), 3(2), 57–64. https://doi.org/10.17977/um021v3i22018p57-64

Mahali, M., Sobari, W., & Tawwakal, G. T. I. (2019). Kyai-santri relationship in electoral politics: A critical point of view. Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan Dan Politik Daerah, 4(2), 75–89. https://doi.org/10.24905/jip.4.2.2019.75-89

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nugroho, A. (2017). Pergulatan politik pesantren era reformasi: (Studi interaksi pesantren dengan partai politik di Kab. Banyumas). Jurnal Review Politik, 7(1), 74–98. https://doi.org/10.15642/jrp.2017.7.1.74-98

NU Online. (2023, September 2). Ketum PBNU: Tidak ada satu pun capres-cawapres atasnamakan NU. NU Online. https://nu.or.id/nasional/ketum-pbnu-tidak-ada-satu-pun-capres-cawapres-atasnamakan-nu-DYXiM

Prior, L. (2003). Using documents in social research. SAGE Publications.

Rama, U., & Rahmat, A. (2023, September 14). Anak pendiri NU bilang Cak Imin mewakili 70 persen warga Nahdliyin di Jatim. VIVA.co.id. https://www.viva.co.id/berita/politik/1637419-anak-pendiri-nu-bilang-cak-imin-mewakili-70-persen-warga-nahdliyin-di-jatim

Rasdianto, F. Y. (2024, January 10). Gerilya sesepuh NU menangkan Prabowo-Gibran. DetikX. https://news.detik.com/x/detail/spotlight/20240110/Gerilya-Sesepuh-NU-Menangkan-Prabowo-Gibran/

Rozaki, A. (2021). Menabur karisma, menuai kuasa. IRCiSoD.

Saward, M. (2006). The representative claim. Contemporary Political Theory, 5(3), 297–318. https://doi.org/10.1057/palgrave.cpt.9300234

Saward, M. (2010). The representative claim. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780199579389.001.0001

Scott, J. (1990). A matter of record: Documentary sources in social research. Polity Press.

Senopati. (2024, Januari 10). Khofifah resmi dukung pasangan Prabowo-Gibran. Prabowo Subianto Official Site. https://prabowosubianto.com/gubernur-jatim-khofifah-indar-parawansa-resmi-dukung-pasangan-prabowo-gibran-dan-siap-berperan-aktif-dalam-kampanye-pemilu-2024/

Suara.com. (2023, November 21). Gus Yahya klaim semua capres-cawapres kader NU. Suara.com. https://www.suara.com/kotaksuara/2023/11/21/233500/gus-yahya-klaim-semua-capres-cawapres-kader-nu

Sunaryo, Y. A., & Jatiningsih, O. (2021). Pandangan intelektual terhadap wacana kyai pendukung Khofifah Indar Parawansa dalam kontestasi pemilihan gubernur Jawa Timur 2018. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 9(3), 610–625. https://doi.org/10.26740/kmkn.v9n3.p610-625

Toakan, B. (2023, Oktober 19). Ahmad Atang: Mahfud MD dapat menjembatani kepentingan politik NU. Antara News NTT. https://kupang.antaranews.com/berita/120408/ahmad-atang--mahfud-md-dapat-menjembatani-kepentingan-politik-nu

Turmudi, E. (2007). Struggling for the Umma: Changing leadership roles of Kiai in Jombang, East Java. ANU E Press.

Van Bruinessen, M. (1999). Kitab kuning, pesantren dan tarekat. Mizan.

Wadipalapa, R. P., & Budiatri, A. P. (2025). The rise of religious brokerage: Nahdlatul Ulama in Indonesia’s 2024 presidential elections. Contemporary Southeast Asia, 47(1), 67–93. https://doi.org/10.1355/cs47-1c

Wiryono, S., & Rastika, I. (2023, Mei 26). Sambil berkelakar, Ketum PBNU: Pak Mahfud itu MD, tetapi beliau NU. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2023/05/26/21394721/sambil-berkelakar-ketum-pbnu-pak-mahfud-itu-md-tetapi-beliau-nu

Yani, M. T., Mahfud, C., Sa'adillah, S. A. P. R., Bustami, M. R., Maskuri, & Taufiq, A. (2022). Advancing the discourse of Muslim politics in Indonesia: A study on political orientation of Kiai as religious elites in Nahdlatul Ulama. Heliyon, 8(12), e12218. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e12218

Yusuf, H. N. S., & Faishal, N. (2023, November 27). Nusron sebut mayoritas masyayikh NU di Jawa Timur dukung Prabowo. Viva Jatim. https://jatim.viva.co.id/kabar/8987-nusron-sebut-mayoritas-masyayikh-nu-di-jawa-timur-dukung-prabowo

Downloads

Published

31-01-2024

Issue

Section

Articles