Eugenika dalam Pandangan Agama Sebuah Tantangan Etis dalam Islam
Sebuah Tantangan Etis dalam Islam
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjrs.v3i1.141Kata Kunci:
Abstract This article aims to delve into the 1998 discovery of the human genome, which opened profound insights into genetic codification, sparking debates between scientific knowledge and religious beliefs, particularly within Islam. The article explores Islamic perspectives on Eugenics, especially in light of the evolving concepts of eugenics and the associated ethical issues. The history of Eugenics from ancient Greece to its tragic implementation by the Nazi regime in Germany creates a complex context. The Islamic view, focusing on the prohibition of killing children and the ethical complexity of abortion, is examined. The Quran asserts that the fear of poverty is not a valid reason to end a life. The research methodology employed in this article is a literature review approach utilizing comparisons, differences, and potential points of convergence in their thinking. Research findings indicate variations in scholars' views on ethics and controversies surrounding Eugenics within the framework of genetic engineering. Differences exist in granting permissibility based on the gestational age of the fetus, creating a complex basis for discussion within the Islamic legal framework. Islamic perspectives on Eugenics reflect a diversity of interpretations among scholars. Most state its impermissibility, aligning Sharia principles with the uncertainty of genetic impacts. While some grant permissibility, this viewpoint still requires profound ethical considerations. The article aims to illustrate the complexity of integrating genetic knowledge and religious values in addressing contemporary genetic challenges. Keywords Eugenics; Islam; Ethics; PerspectiveAbstrak
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mendalami penemuan genom manusia tahun 1998 yang membuka wawasan mendalam terhadap kodifikasi genetik, memicu perdebatan antara pengetahuan ilmiah dan keyakinan agama, khususnya dalam Islam. Dalam artikel ini dieksplorasi pandangan Islam terhadap Eugenika, terutama dalam menghadapi perkembangan konsep eugenika dan isu-isu etis yang terkait. Sejarah Eugenika dari Yunani kuno hingga implementasi tragis oleh rezim Nazi Jerman menciptakan konteks yang kompleks. Pandangan agama Islam, berfokus pada larangan membunuh anak-anak dan kompleksitas etika pengguguran janin. Al-Quran menegaskan bahwa ketakutan akan kemiskinan bukan alasan sah untuk mengakhiri kehidupan. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan penelitian kepustakaan dengan memanfaatkan perbandingan, perbedaan, dan titik korvengensi potensial dalam pemikiran merka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dibahas perbedaan pandangan ulama terkait etika dan kontroversi seputar Eugenika dalam rangka rekayasa genetika. Terdapat perbedaan dalam memberikan kebolehan tergantung usia janin, menciptakan landasan diskusi yang kompleks dalam kerangka hukum Islam. Pandangan Islam terhadap Eugenika mencerminkan keragaman interpretasi ulama. Sebagian besar menyatakan keharaman, mencocokkan prinsip syariah dengan ketidakpastian dampak genetik. Sementara ada yang memberikan kebolehan, pandangan ini masih memerlukan pertimbangan etis yang mendalam. Penulisan artikel bertujuan untuk menggambarkan kompleksitas integrasi pengetahuan genetika dan nilai-nilai agama dalam menghadapi tantangan genetika kontemporer.
Kata Kunci
Eugenika; Islam; Etika; Perspektif;
Unduhan
Referensi
Ahmed, A., & Suleman, M. (2018). Islamic Perspectives on the Genome and the Human Person: Why the Soul Matters. In M. Ghaly (Ed.), Islamic Ethics and the Genome Question. Leiden: Brill. Retrieved from https://brill.com/display/title/54256
al-Dasuqi, M. bin ‘Arafah. (n.d.). Hâsiyyah al-Dasuki alâ al-Syarah al-Kabir, Juz II. Byrut, Lebanon: Dâr al-Fikr.
al-Ramli, S. (1938). Nihâyat al-Mukhtaj, Syarh alMinhaj fî al-Fiqh’ alâ Madzhab al-lmâm Syâf’i. Byrut, Lebanon: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
az-Zuhaili, W. (2016). Tafsir al-Munir (A. H. al-Kattani, Trans.). Jakarta: Gema Insani.
Dawkins, R. (2020). Gen Egois, The Selfish Gene. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Encyclopedia.com. (2024). Eugenics and Religious Law: III. Islam. In Encyclopedia of Bioethics. Encyclopedia.com. Retrieved from https://www.encyclopedia.com/science/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/eugenics-and-religious-law-iii-islam
Garver, K. L., & Garver, B. (1991). Eugenics: Past, present, and the future. American Journal of Human Genetics, 49(5), 1109–1118.
Ghaly, M. (Ed.). (2018). Islamic Ethics and the Genome Question. Leiden: Brill. Retrieved from https://brill.com/display/title/54256
Harari, Y. N. (2020). Sapiens: A Brief History of Humankind. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Hathout;, H. (1997). Revolusi Seksual Perempuan. Bandung: MIZAN. (Bandung).
Ibn Hazm. (1933). Al-Muhallâ jilid XI. Kairo: al-Muniria.
Kusmaryanto, C. B. (2006). Eugenik Dalam Era Genetik. Jurnal Orientasi Baru, 15(1–2), 57–74.
Lee, M. (2019). Engineering Mankind: The Sociopolitical Impact of Eugenics in America. Voces Novae, 11(1). Retrieved from https://digitalcommons.chapman.edu/vocesnovae/vol11/iss1/3
Makiuf, L. (1973). Al-Munjid fi al-Lughah wa al-I’lan. Kairo: Matba’ah Al Istiqamah Al Qahirah.
Norrgard, K. (2008). Human testing, the eugenics movement, and IRBs. Nature Education, 1(1), 170.
Osborn, F. (2010). Eugenics (Encyclopædia Britannica). Eugenics Quarterly, 13(2), 155–164. https://doi.org/10.1080/19485565.1966.9987661
Pradana, A. A., Casman, C., & Chandra, M. (2023). Kengerian Eksperimen Medis Nazi Bernama Eugenetika. Journal of Nursing Innovation, 2(2), 36–44. https://doi.org/10.61923/jni.v2i2.12
Qardhawi, Y. (1995). Fatwa-Fatwa Kontemporer Jilid II. Jakarta: Gema Insani Press.
Ridley, M. (2005). Genom: Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Shabana, A. (2020). Islamic Ethics and the Legitimacy of Scientific Innovation: Reproductive Genetic Counseling within the Muslim Context. Sociology of Islam, 8(2), 265–289. https://doi.org/10.1163/22131418-00802006
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati.
Yahya, H. (2002). Bencana kemanusiaan akibat Darwinisme. Jakarta: Global Cipta Publisher.
Zwart, H. (2015). Human Genome Project: History and assessment”. In International Encyclopedia of Social & Behavioral Sciences (2nd ed.). Oxford: Elsevier.

