Aktualisasi nilai-nilai ekologis ajran Tasawwuf dalam pelestarian lingkungan
Studi pada Tarekat Rowobayan
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjrs.v1i1.30Kata Kunci:
tasawuf, nilai-nilai ekologis, rowobayan, pelestarian lingkunganAbstrak
Dalam penelitian ini ditunjukkan bahwa pengamal tasawuf mampu menerjemahkan nilai-nilai ajaran tasawuf ke dalam ranah yang lebih praktis, yaitu pelestarian alam. Nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam ajaran tasawuf dalam tarekat Rowobayan berdasarkan pada konsep nilai-nilai kesatuan wujud, nilai-nilai kekhalifahan dan penghambaan, nilai-nilai kasih sayang universal (rahmatan lil’alamin) dan nilai-nilai zuhud. Nilai-nilai kesatuan wujud mengantarkan pemahaman mengenai status manusia dan alam yang setara dan berkaitan. Hal ini diaktualisasikan dalam pelestarian alam dengan bersikap arif dan menghormati alam. Sikap ini didasari pemahaman bahwa setiap mahluk hidup, sebagaimana juga manusia, mempunyai nilai pada dirinya sendiri yang harus dihormati. Nilai-nilai kekhalifahan dan penghambaan diaktualisasikan dengan sikap aktif dalam mengambil peran dan tanggung jawab untuk melestarikan alam. Sikap ini sebagai salah satu perwujudan upaya untuk berakhlak dengan akhlak Allah (takhallaqu bi akhlaqillah). Nilai-nilai kasih sayang universal diwujudkan dengan menyayangi dan berakhlakul karimah saat berinteraksi dengan alam. Karena ajaran Islam adalah pembawa rahmat bagi alam dan segala isinya. Karena itu seorang Muslim harus selalu berupaya menebar rahmat kepada semua mahkluk. Sedangkan nilai-nilai zuhud dan kesederhanaan dapat diaktualisasikan dalam pola konsumsi dan pengelolaan sumber daya alam. Perilaku zuhud akan mengontrol nafsu agar tidak berlebihan dalam pola konsumsi sehari-hari dan memanfaatkan sumberdaya alam.
Unduhan
Referensi
Abitolkha, A. M., & Muvid, M. B. (2020). Islam Sufistik: Membumikan Ajaran Tasawuf yang Humanis, Spiritualis dan Etis. Purwokerto: Pena Persada. Retrieved from https://books.google.com/books/about/ISLAM_SUFISTIK.html?hl=id&id=zdMJEAAAQBAJ
Ahmad, M. (2019). Three Sufi Communities Guarding the Earth: A Case Study of Mitigation and Adaptation to Climate Change in Indonesia. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 57(2), 359-396. https://doi.org/10.14421/ajis.2019.572.359-396
Al-Misriy, B. B. (2009). Tasawuf Anak Muda. Jakarta: Pustaka Group.
AULA, R. (2011, Agustus). Deklarasi Multaqos Shufi. Majalah AULA, Tahun XXXIII(08).
Bruinessen, M. van. (1992). Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia: Survei Historis, Geografis, dan Sosiologis. Bandung: Mizan.
Duara, P. (2014). The Crisis of Global Modernity: Asian Traditions and a Sustainable Future (Illustrated edition). Cambridge?; New York: Cambridge University Press.
Forest Watch Indonesia. (2015). Nasib Hutan Alam Indonesia. Majalah Intip Hutan.
Fudholi, M. (2011). Konsep Zuhud al-Qushayrî dalam Risalah al-Qushayriyah. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 1(1), 38-54. https://doi.org/10.15642/teosofi.2011.1.1.38-54
Gade, A. M. (2015). Islamic Law and the Environment in Indonesia: Fatwa and Da?wa. Worldviews: Global Religions, Culture, and Ecology, 19(2), 161-183. https://doi.org/10.1163/15685357-01902006
Hamka. (1992). Tasawuf Perkembangan dan Pemurniaannya. Jakarta: Pustakan Panji Mas.
Ibn 'Arabi. (1972). Al Futuhat al Makkiah II. Kairo: Nur al-Tsaqafah al-Islamiyyah.
Irawan, B. (2012). Kearifan Ekologis dalam Prespektif Sufi. Conference Proceedings. Surabaya: AICIS.
Ismail, I., Dahlan, A. A., Barizi, A., Rahman, A., & Ismail, A. U. (2008). ENSIKLOPEDI TASAWUF (A. Azra, Ed.). Bandung: Angkasa. (Bandung -Jawa Barat). Retrieved from //perpustakaanbpnbjabar.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=2539&keywords=
JATMAN. (2015). Thariqah Mu'tabarah. Retrieved November 1, 2021, from JATMAN Online website: https://jatman.or.id/thariqah-mutabarah/
Jong, H. N. (2021, February 16). Grim toll from Indonesia's abandoned mines may get even worse, report warns. Mongabay Environmental News. Retrieved from https://news.mongabay.com/2021/02/indonesia-abandoned-mining-pit-death-toll-report/
Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Kholish, M. A., Irianto, G., & Galib, A. M. (2021). Fikih Ekonomi Kontemporer: Konfigurasi Pemikiran Ekonomi Islam di Era Global. Malang: Empat Dua Media Intrans Publishing.
Mangunjaya, F. M. (2011). Developing Environmental Awareness and Conservation Through Islamic Teaching. Journal of Islamic Studies, 22(1), 36-49. https://doi.org/10.1093/jis/etq067
Mufrodi, A. (1997). Tarekat Naqsyabandiyah di Rowobayan Padangan Bojonegoro Jawa Timur (Laporan Penelitian). IAIN Sunan Ampel, Surabaya.
Muslimin. (2015, November 3). Waspadai Keserakahan dan Perusakan Alam. Republika Online. Retrieved from https://republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/15/11/03/nx8abz313-waspadai-keserakahan-dan-perusakan-alam
Nasr, S. H. (1968). The Encounter of Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man. London: George Allen and Ulwin Ltd.
Nata, A. (2010). Akhlak Tasawuf. Jakarta: Rajawali Pers.
Rachmat W., A. (2000). Etika Lingkungan Hidup dan Pertentangan Politik. In I. B. Sugiharto & A. Rachmat W., Wajah baru etika & agama. Yogyakarta: Kanisius.
Reflita, R. (2015). Eksploitasi Alam dan Perusakan Lingkungan (Istinbath Hukum atas Ayat-Ayat Lingkungan). Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 17(2), 147-158. https://doi.org/10.22373/substantia.v17i2.4101
Risalah. (2021, January). Mbah Sambu: Santri dan Tionghoa. Majalah NU RISALAH, XV(114).
Rohmah, S., Herawati, E., & Kholish, Moh. A. (2021). Hukum Islam Dan Etika Pelestarian Ekologi Upaya Mengurai Persoalan Lingkungan Di Indonesia. Malang: UB Press.
Shihab, M. Quraish. (2000). Menyingkap Tabir Asmaul Husna (III). Jakarta: Lentera Hati.
Shihab, Moh Quraish. (2017). Yang hilang dari kita: Akhlak (Cetakan II; S. N. Andini, Ed.). Jakarta: Lentera Hati.
Sholikhin, A. (2018). TAREKAT SEBAGAI SISTEM PENDIDIKAN TASAWUF. Conciencia, 18(2), 1-13. https://doi.org/10.19109/conciencia.v18i2.2760
Suwito NS. (2011). Eko-Sufisme: Konsep Strategi Dan Dampak. Yogyakarta: Buku Litera.
Syam, N. (2008). Pengantar. In S. Huda, Tasawwuf Kultural; Fenomena Shalawat Wahidiyah. Yogyakarta: LKiS.
The Jakarta Post. (2019, December 2). Fires in Indonesia burn 1.6m ha of land, mostly former forests: Satellite data. The Jakarta Post. Retrieved from https://www.thejakartapost.com/life/2019/12/02/fires-in-indonesia-burn-1-6m-ha-of-land-mostly-former-forests-satellite-data.html
Weisse, M., & Goldman, L. (2020, June 4). We Lost a Football Pitch of Primary Rainforest Every 6 Seconds in 2019 | WRI Indonesia. Retrieved August 26, 2021, from World Resources Institute (WRI) Indonesia website: https://wri-indonesia.org/en/blog/we-lost-football-pitch-primary-rainforest-every-6-seconds-2019
White, L. (1967). The Historical Roots Of Our Ecological Crisis. Science, 155(3767), 1203-1207.

