TOLERANSI ITU MAHAL, TIDAK SETIAP ORANG MAMPU DAN BERANI MEMBAYARNYA!
BERKACA PADA AGENDA COSTLY TOLERANCE
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjrs.v2i1.45Kata Kunci:
costly tolerance, virtue, toleransi, dialog, ekstrimismeAbstrak
Artikel konseptual dan interperatif ini mendiskusikan kembali salah satu konsepsi toleransi yang patut untuk dipertimbangkan makna dan aktualisasinya, yaitu costly tolerance. Konsepsi yang berasal dari tradisi Kristiani ini memiliki imperatif moral yang kuat untuk mentransformasikan praktik toleransi pada matra yang lebih sempurna sebagai virtue. Dalam kaca mata ini, barangkali toleransi dalam kadar minimalis yang semu, dangkal, dan basa-basi, yang seringkali justri terjatuh dalam sikap indifference atau acuh tak acuh yang tidak membutuhkan pengorbanan apa-apa, menjadi kehilangan makna dan tidak patut menyandang kata toleransi. Masa depan agama-agama di Indonesia dengan keragamannya di tengah badai yang selalu menarik pendulum keagamaan ke arah ekstrimisme sehingga masih membuka diri bagi aksi kejahatan atas nama agama, tidak cukup dibayar dengan toleransi yang penuh kepalsuan, dan dalam pandangan konsepsi kritis ini, akan membutuhkan banyak pengorbanan yang perlu dibayar.
Unduhan
Referensi
Balint, Peter (2017) Respecting Toleration: Traditional Liberalism & Contemporary Diversity. Oxford: Oxford University Press.
Burhani, Ahmad Najib (2019). Menemani Minoritas: Paradigma Islam tentang Keberpihakan dan Pembelaan kepada yang Lemah. Jakarta: Gramedia.
Beck, June (2019), “The 6th Interfaith Dialogue: Promoting ‘Costly’ Tolerance: Challenges for States and Religious Communities” (report), dalam https://nicmcr.org/6th-interfaith-dialogue/
Burhani, Ahmad Najib (2020). “It's a Jihad”: Justifying Violence towards the Ahmadiyya in Indonesia” dalam TRaNS: Trans-Regional and -National Studies of Southeast Asia, 1 – 14.
Cohen, Andrew Jason (2004). “What Toleration Is”. In Ethics. Vol. 115. No. 1. (October 2004), pp. 68-95.
Forst, Reiner (2013). Toleration in Conflict: Past and Present. Cambridge: Cambridge University Press.
Koffeman, Leo (2016). “Costly Tolerance” dalam HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 72(1),a3282, http://dx.doi.org/10.4102/hts.v72i1.3282.
Kofemann, Leo (2018). “What makes tolerance costly?” dalam https://crcs.ugm.ac.id/what-makes-tolerance-costly/
Kofemann, Leo (2018). “Mengapa toleransi tidak murah?” https://crcs.ugm.ac.id/mengapa-toleransi-tidak-murah/
Licht, Robert A (2001). “Toleration as a Virtue”. The Good Society. Vol. 10. No. 1 (2001), pp. 10-16.
Maarif, Ahmad Syafii (2022). Al-Quran untuk Tuhan atau untuk Manusia? Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Macedo (2007), “Toleration”, dalam A Companion to Contemporary Political Philosophy, Vol. II. Second Edition. USA: Blackwell Publishing, 2007, pp. 813-820.
Marcuse, Herbert (1969). “Repressive Tolerance”, dalam A Critique of Pure Tolerance. Boston: Beacon Press
Heyd, David (1996). “Introduction”, dalam Toleration: An Elusive Virtue. Princeton University Press.
Suhadi, dkk (2018). Costly Tolerance: Tantangan Baru Dialog Muslim-Kristen di Indonesia dan Belanda. Yogyakarta: Center for Religious and Cross-Cultural Studies.
Setyabudi, M.N.P. (2018). “Toleransi: dari Pengalaman Sejarah Menuju Konstruksi Teoritis” (Book Review), dalam Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, Vol. 2. No. 1. Tahun 2018.
Setyabudi, M.N.P. (2020). “Konsep dan Matra Konsepsi Toleransi dalam Pemikiran Rainer Forst” Jurnal Filsafat Indonesia, Vol 3 No 3 Tahun 2020, pp. 81-94.
Sugiharto, Bambang (2017). “Toleransi dan Batas-Batasnya”, dalam Pluralisme, Multikulturalisme, dan Batas-Batas Toleransi. Seri Studi Kebudayaan 1. Malang: Prodi Antropologi UB.
Zanakis,S.H.; Newburry, W.; and Taras, V. (2016); “Global Social Tolerance Index and multi-method country rankings sensitivity”, dalam Journal of International Bussiness Studies (2016) 47, 480-497.

