UPACARA HANTA UA PUA UNTUK MEMPERINGATI MASUKNYA ISLAM DI DANA MBOJO
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjrs.v2i2.50Kata Kunci:
HANTA UA PUA, lombok, tradisi islamAbstrak
Proses islamisasi di tanah Bima (dana mbojo) berlangsung dalam tiga tahap yaitu periode kedatangan Islam tahun 1540-1621, periode pertumbuhan Islam tahun1621-1640, dan periode kejayaan Islam pada tahun 1640-1950 M. Pada tahap awal sebelum Islam menjadi agama resmi kerajaan, ajaran Islam sudah masuk di wilayah-wilayah pesisir Bima1. Resminya Bima menjadi kerajaan Islam sejak 1050 H/ 1640 M, keluarga raja yang mengganti nama setelah memeluk
agama Islam: Rumata Mabata Wadu/ La Ka’i merubah namanya menjadi Abdul Kahir I (bakal menjadi Sultan Bima pertama), Ruma Bumi Jara merubah namanya menjadi Awaluddin, La Mbila Menuru Suntu mengubah namanya menjadi Jalaluddin, dan Ruma Manuru Bata (tidak jelas namanya kemungkinan menjadi Sultan Dompu pertama)
Unduhan
Referensi
Abdullah, A. G. (2015). Peradilan Agama dalam Pemerintahan Islam di Kesultanan Bima (1947-1957). Yogyakarta: GENTA .
Abdullah, L. M. (2014). Mengenal BO Catatan Kuno Daerah Bima. Yogyakarta: Lengger.
Aksa. (2022). Hanta Ua Pua: Geliat Islamisasi dan Strategi Ulama dalam Menyebabkan Islam di Bima. PUSAKA Jurnal Khasanah Keagamaan Vol10 No.2 , 439-440.
Ernaningsih. (2011). Unsur Norma Agama dalam Tradisi Ua Pua di Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima Nusa tenggara Barat. Program Studi Pendidikan Sosiologi Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, vii.
Haris, T., Kartini, R., Muchlisa, D. r., Abubakar, S., & Sulaiman, M. (2021). Kesultanan Bima Masa Pra Islam Sampai Masa Awal Kemerdekaan. Kota Bima: Kementerian Agama dan Museum Samparaja Bima.
Hasnun, A. (2020). Aspek Moral dan Islam Nilai Luhur Maja Labo Dahu, Sifat Kepemimpinan Ncuhi, Raja, Sultan. Yogyakarta: BILDUNG.
Hasnun, A. (2020). MENGENAL ORANG BIMA DAN KEBUDAYAANNYA Lukisan Singkat terhadap Kepribadian dan Kepemimpinan Nggusu Waru, Nilai Leluhur Maja Labo Dahu, dan Filsafat Hidup. Yogyakarta: BILDUNG.
Ismail, M., & Malingi, A. (2018). Jejak Para Sultan Bima. ----------------: CV Adnan Printing.
Jumiati. (2017). Hanta Ua Pua; Sejarah Tradisi Keagamaan di Bima Abad XVII-XXI. Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 23.
Loir, H. C., & R.Salahuddin, S. M. (1999). BO Sangaji Kai Catatan Kerajaan Bima. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Malingi, A. (2016). Syiar Islam dalam Upacara Hanta Ua Pua di Tanah Bima Nusa Tenggara Barat. Jurnal Lektur Keagamaan Vol.14 No.1 Hal. 29-54, 33.
Nurnazmi, Arifuddin, Nurhasanah, Irfan, Waluyat, I., ST.Nurbayan, et al. (2020). Menguak Misteri Ritual Sesajen (Toho Dore) pada Suku Mbojo di Bima. Sosiologi Reflektif Volume 15 No.1 Oktober 2020, 8.
Nurrofika, & Murdiono, M. (2020). Tradisi Hanta Ua Pua sebagai Pelestarian Budaya Religi Bima. Jurnal ANTROPOLOGI: Isu-Isu Sosial Budaya Vol.22 No.01 (Juni 2020), 16.
R.Salahuddin, S. M. (2021). Naskah Hukum Adat Tanah Bima dalam Perspektif Hukum Islam. Mataram: Samparaja Bima bekerjasama dengan Insan Madani Institute.
Rahman, M. (2009). ISLAM DI BIMA Kajian Historis tentang Proses Islamisasidan Perkembangan Masa Kesultanan. Yogyakarta: GENTA PRESS.
Zuriati, & Nurhasanah. (2018). Kebudayaan Islam yang Berkembang di Kesultanan Bima pada Abad ke XVII M. Pendidikan IPS Vol.8 No.2 Juli-Desember 2018 ISSN: 2088-0308, 133.

